Dilihat : 185 kali
Pentingnya Berdoa Saat Memulai Sesuatu
Islam adalah agama yang mengajarkan umatnya untuk selalu mengingat Allah dalam setiap aktivitas, sekecil apa pun itu. Mulai dari bangun tidur, makan, bekerja, hingga urusan bisnis dan pertanian, semuanya dianjurkan diawali dengan doa. Hal ini menandakan bahwa seorang muslim meyakini segala keberkahan dan kekuatan hanya datang dari Allah ﷻ.
Rasulullah ﷺ mengajarkan kita agar selalu berdoa dan mengingat Allah saat memasuki tempat baru, memulai pekerjaan, bahkan ketika masuk ke kebun atau ladang. Mengapa? Karena doa adalah kunci keberkahan, penjaga dari gangguan, sekaligus pengingat bahwa semua hasil usaha hanyalah karunia Allah.
Doa Memasuki Kebun
Allah ﷻ mengabadikan doa ini dalam kisah dua pemilik kebun di dalam Al-Qur’an. Dalam Surah Al-Kahfi ayat 39, Allah berfirman:
وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
“Dan mengapa kamu tidak mengatakan ketika kamu memasuki kebunmu: ‘Masya Allah, laa quwwata illa billah (Sungguh, semua ini atas kehendak Allah, tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).” (QS. Al-Kahfi: 39)
Ayat ini turun sebagai pelajaran bahwa ketika seseorang memasuki kebun, ladang, atau melihat hasil panennya, hendaknya ia segera mengingat Allah dengan doa tersebut. Hal ini menjaga hatinya dari kesombongan dan lupa diri, sekaligus mengikat rezeki itu agar menjadi berkah.
Doa Memulai Bisnis Baru
Memulai bisnis juga merupakan langkah besar yang penuh risiko. Dalam Islam, selain ikhtiar yang sungguh-sungguh, doa memiliki peran penting untuk mendatangkan keberkahan. Sama halnya dengan masuk kebun, saat membuka usaha baru sangat dianjurkan untuk mengucapkan doa:
مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Masya Allah, laa quwwata illa billah
(Segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).
Ucapan ini mengandung makna:
-
Mengakui bahwa segala usaha dan hasil hanyalah karena izin Allah.
-
Menolak sifat ujub, sombong, dan merasa hebat sendiri.
-
Memohon agar bisnis diberi kekuatan, perlindungan, dan keberkahan dari Allah.
Rasulullah ﷺ juga mengajarkan dalam sebuah hadis:
كُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لَا يُبْدَأُ فِيهِ بِبِسْمِ اللَّهِ فَهُوَ أَبْتَرُ
“Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan menyebut nama Allah, maka ia terputus (tidak ada berkahnya).” (HR. Abu Dawud, dinilai hasan oleh sebagian ulama).
Artinya, doa dan menyebut nama Allah adalah pondasi utama agar usaha apa pun bernilai ibadah dan diliputi keberkahan.
Hikmah Membiasakan Doa dalam Setiap Awal Aktivitas
-
Menghadirkan keberkahan Allah dalam setiap langkah.
-
Menjaga hati dari sifat sombong atas hasil kerja.
-
Menguatkan jiwa tawakkal, sebab manusia hanya berusaha, sedangkan hasilnya milik Allah.
-
Menjadi benteng dari godaan setan yang bisa menjerumuskan ke dalam keserakahan dan kelalaian.
Penutup
Baik ketika memasuki kebun, memulai bisnis, ataupun aktivitas lainnya, seorang muslim hendaknya mencontoh doa yang diajarkan Allah dalam Al-Qur’an:
مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Kalimat singkat namun penuh makna ini adalah pengingat bahwa semua yang kita miliki hanyalah titipan Allah. Dengan doa, usaha kita bukan sekadar mencari keuntungan dunia, melainkan juga meraih keberkahan akhirat.